6 Tips Agar Tetap Sabar Menemani Anak Online School

6 Tips Agar Tetap Sabar Menemani Anak Online School
NEWS

Tahun ajaran baru telah dimulai, anak-anak pun kembali mengikuti kelas daring karena pandemi belum berakhir.
Sayangnya, tak semua anak senang mengikuti kelas daring. Banyak anak-anak yang mengeluhkan lelah, bosan dan stress ketika mengikuti sekolah daring. Selain ituorangtua yang kini merangkap sebagai guru juga ikut merasakan stress yang sama. Rasa stres yang dialami oleh orang tua ketika menemani anak belajar ini yang akhirnya ditakutkan akan menjadi emosi yang tak terkendali sehingga bisa berujung pada kekerasan verbal hingga kekerasan fisik yang dilakukan oleh orang tua pada anak.

Untuk menghindari hal seperti itu, berikut carpetshop.co.id rangkumkan dari KOMPAS mengenai enam tips untuk orangtua agar tetap sabar menemani anak dalam mengikuti sekolah daring menurut Psikolog Mario Manuhutu, M. Si.

1. Rutin Mendampingi
Memang benar bahwa sekolah online itu berat, namun usahakan agar Anda beserta pasangan bisa selalu mendampingi anak. Untuk sedikit meringankan, Anda dan pasangan bisa berdiskusi untuk menemani anak secara bergantian.

2. Buat Aturan Main
Anda bisa mencoba untuk membuat aturan main saat sedang belajar. Ajarkan anak jam berapa ia harus belajar, jam berapa dia bisa bermain, dan juga kapan harus mengerjakan tugas dari sekolah.
Anda juga bisa mengatur waktu untuk belajar bersama anak agar waktu Anda bekerja selama WFH tidak terganggu.
Setelah aturan main dibuat, pastikan Anda dan anak berkomitmen untuk melakukannya.
“Pada jam yang sudah disepakati, orangtua jangan bikin meeting. Kalau bentrok dengan meeting, cari waktu lain dan komitmen, orangtua enggak boleh kerja dan anak juga enggak boleh bermain,” kata Mario.

3. Beri Anak Hadiah
Jika Anda memiliki anak usia pra sekolah, TK atau SD kelas 1, mengajak mereka sekolah daring dan mengerjakan tugas mungkin menjadi hal yang sulit.
Sebagai orangtua, Anda bisa mencoba untuk memberikan hadiah pada anak bila mereka bisa mengikuti sekolah daring sesuai waktu yang ditentukan.
“Bisa kasih hadiah waktu main video game sedikit lebih lama, atau berikan makanan kecil favoritnya,” ujar Mario lagi.

4. Turunkan Ekspektasi
Bukan hanya orang dewasa yang merasa stress, anak pun mengalami stress dimasa pandemi ini karena mereka tak bisa bebas bermain dan ruang geraknya dibatasi demi menjaga kesehatan.
Oleh sebab itu, orangtua dihimbau untuk menurunkan ekspektasi dengan tidak memaksa anak harus berprestasi atau meminta mereka belajar terlalu keras seperti saat sebelum pandemi.
“Kita harus punya pikiran baru, enggak bisa semua ideal, ini kan keadaan enggak normal, jadi kita tidak bisa berharap akan normal,” ujar Mario.
“Kalau enggak belajar menerima, bisa saja hasil yang kita dapatkan enggak ideal, bukan enggak mau, tapi anak sudah maksimal,” imbuhnya.
Dengan menurunkan ekspektasi maka kecemasan sebagai orang tua juga akan menurun sehingga kesehatan mental orang tua akan terjaga dengan baik.

5. Kerjakan yang Bisa Dikerjakan
Tugas yang menumpuk akan menimbulkan kecemasan baik untuk orangtua maupun anak dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Mario mengatakan, agar tak kesulitan menyelesaikan semua materi sekaligus, orangtua dan anak dihimbau untuk menyelesaikan tugas secara bertahap.
“Misalnya anak dua minggu lagi ujian, apa yang bisa kita lakukan, ya sudah biarkan dia belajar satu materi, dicicil, enggak perlu banyak-banyak,” ujar Mario.
Dengan demikian, diharapkan anak dan orangtua terhindar dari kepanikan dan kecemasan karena kurangnya waktu untuk mengerjakan materi yang menumpuk.

6. Kelola Emosi
Yang terpenting dari antara semua cara untuk membuat sekolah daring ini tidak menjadi beban bagi anak dan orang tua adalah mampu mengelola emosi.
Terutama untuk orangtua, bila orang tua tak bisa mengelola emosi dengan baik, akan berakibat pada buruknya hubungan orangtua dan anak. Emosi yanh tidak terkendali bisa saja menimbulkan hal yang tidak diinginkan seperti melakukan kekerasan verbal sampai kekerasan fisik. Hal ini tentu tidak baik bagi psikologis anak.
“Bahwa ketika kita bentak, kita sudah marah, menghardik atau dengan kata-kata yang volumenya keras, nada tinggi, pasti dia kaget. Anak jadi stres, dibawa dalam situasi yang selalu siaga. Kalau enggak, responnya nangis atau kabur, atau dia ikutan marah juga,” imbuh Mario
Selain itu, orangtua juga harus menjadi contoh yang baik bagi anak tentang bagaimana mengelola emosi dengan baik.
“Anak kan lihat kita, anak juga belajar dari apa yang dia lihat,”ujarnya.
Anda bisa mencoba untuk melepaskan stress dengan cara sederhana jika memang kondisi emosi Anda sedang tidak baik sebelum berinteraksi dengan anak.
“Tarik nafas dulu, cuci muka misalkan. Habis meeting satu jam kalo suasana hati tidak nyaman, jangan langsung ketemu anak, minum teh dulu, melihat luar dulu, baru kembali lagi,” ujarnya.

Nah itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan selama menemani anak mengikuti sekolah daring.
Tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tapi dengan berusaha bersama dengan anak Anda, pasti sekolah daring ini tidak lagi menjadi beban.
Tetap semangat dalam menemani anak Anda menjalani masa pandemi ini ya Sahabat Carpet Shop!

CARPETSHOP.CO.ID

SHOPEE : https://shopee.co.id/carpetshop

SHOPEE MALL : https://shopee.co.id/carpetshopofficial

TOKOPEDIA OFFICIAL : (LINK : https://www.tokopedia.com/carpetshop )

TOKOPEDIA FREE ONGKIR : ( LINK : https://www.tokopedia.com/carpetshopgroup )

LAZADA : https://www.lazada.co.id/shop/carpetshopcoid/?path=index.htm&langFlag=id&lang=id&pageTypeId=1

LAZMALL : https://www.lazada.co.id/csgid/?q=All-Products&langFlag=id&from=wangpu&lang=id&pageTypeId=2

BLIBLI : https://www.blibli.com/merchant/carpetshop-co-id/CAD-70015

JD.ID : https://www.jd.id/shop/10016011.html


Selamat berbelanja!

Share this Post:
Posted by Yessica